Mengenal Overclock

Assalamu’alaikum…

Temen2 semua, udah pernah denger istilah overclock? Buat kalian yang hobi motor, overclock mungkin sama dengan tune up motor, supaya motor bisa lari kenceng, enteng, gaul, pokoknya ngebut deh. Overclock sama halnya, Cuma yang di tune up adalah komputer/ PC. Saya mau sedikit berbagi pengalaman dengan kalian, dan memberikan sedikit gambaran mengenai overclock, biar kalian yang katanya suka internetan, ngeblog, deket selalu sama PC or notebook, tapi kok cuma bisa buat ngetik, buat ngegame lemoth… Nih ceritanya….

Overclock, tentu sudah pernah Kalian dengar. Per definisi artinya adalah menjalankan komputer pada kecepatan clock lebih tinggi dari spesifikasinya, menurut Wikipedia overclock artinya menjalankan sebuah komponen komputer diatas dari clock rate dari yang seharusnya. Misalnya Athlon 64 3000+ dengan default frekuensi 1800Mhz (1,80 Ghz) dijalankan pada clock 2800MHz. Overclock memang menjadi keasyikan tersendiri bagi penggemar komputer. Dengan sistem minimal, pengguna berusaha kreatif untuk mencari, bagian mana pada sistem yang masih bisa dioptimalkan, dengan tambahan biaya dan periferal seminim mungkin. Meski terdengar berbahaya, tapi jika Kalian melakukan overclock dengan hati-hati dan tidak bernafsu maka resikonya akan kecil sekali, dan hasil yang didapat akan sangat menyenangkan dan membanggakan. Intinya hati menjadi tentram, bungah, seperti ketika cewek yang kita cintai menjawab tembakan kita “iya, aku mau jadi pacar kamu… kita jadian yah…” Huhuwww….

Untung Rugi Overclock

Keuntungan overclock jelas, PC dapat bekerja lebih cepat. Tapi juga ada risiko untuk langkah ini. Yang paling ringan adalah CPU tidak mau bekerja alias hang. Yang paling pahit, chip prosesor rusak permanen akibat suhu prosesor yang terlalu tinggi. Prosesor yang bekerja pada suhu yang tinggi ini dapat berkurang umurnya, yang memang didesain untuk bertahan kurang lebih selama kurang lebih 10 tahun. Namun, orang yang iseng barangkali telah mengepak komputer yang dipakainya sepuluh tahun lalu dalam sebuah kotak kaca dan dipajang di kamar pribadi atau ruang kerja sebagai peninggalan sejarah. Maka pertimbangkan! Apakah dalam 10 tahun ke depan Kalian tidak ingin mengganti prosesor yang sekarang Kalian pakai? Apakah Kalian yakin pada saat itu prosesor Kalian masih bisa digunakan untuk aplikasi masa depan? Jika memang Kalian tidak akan memakai prosesor tersebut sepuluh tahun mendatang, mengapa tidak mencoba overclock saja? Untuk mengatasi masalah suhu, harus dilakukan usaha pendinginan. Pendinginan inilah yang akan menjadi perhatian utama kita dalam overclock. Beberapa tahun yang lalu, overclock biasanya hanya memaksa prosesor bekerja pada clock speed satu level di atasnya, misalnya Pentium 120MHz ke 133MHz. Tapi sekarang, dengan berkembangnya bus speed pada motherboard, kalian juga dapat menggeber clock dan bus speed.

CPU Clock dan BUS Clock

Pada overclock ini, penting untuk mengetahui konsep tentang CPU clock dan bus clock. CPU clock adalah sinyal frekuensi di dalam CPU, termasuk prosesor. CPU clock inilah yang sering disebut pada spesifikasi prosesor. Contohnya Pentium 4 2,4GHz. Artinya, prosesor tersebut berjalan/ memiliki kecepatan 2,4GHz. Clock artinya bukan arloji atau jam. Di sini maksudnya adalah sinyal yang digunakan oleh prosesor untuk memicu terjadinya suatu proses. Lebih jelasnya begini. Andaikan sebuah prosesor akan melakukan proses penjumlahan, yang dilakukan pertama kali adalah mengambil data dari memori. Tapi penjumlahan tidak bisa langsung dilakukan, karena menunggu sinyal clock, yang analog dengan pemicu pistol. Semakin tinggi frekuensi clock/clock speed, semakin banyak sinyal picu/trigger yang disediakan dalam satu periode tertentu, sehingga akan semakin banyak proses yang dapat dipicu pada periode tersebut. Misalkan PC Pentium 4 2,4GHz. Prosesor ini memiliki frekuensi clock 2400 juta sinyal per detik. Andaikan untuk sebuah proses penjumlahan memerlukan 1 buah sinyal clock, maka dengan prosesor Pentium 4 2,4GHz, dapat dilakukan maksimal 2400 juta kali proses penjumlahan. Bus clock sendiri merupakan clock yang terjadi pada jalur data (bus) di motherboard. Bus ini diibaratkan dengan jalan raya, yang akan dilewati bit-bit data, di mana data dikaliankaikan dengan mobil di jalan raya. Bus clock akan menjadi panduan saat transfer data antar komponen melalui bus. Contohnya, transfer data dari dan ke RAM atau harddisk akan melalui bus, dan akan dipicu oleh bus clock. Bus yang ada dalam motherboard biasanya memiliki clock standar. AGP (Accelerate Graphic Port) misalnya, clock standarnya 66MHz. Atau PCIE (PCI Express) untuk interface grafik mutakhir, dengan clock standar 100Mhz Jika bus-bus tersebut digeber di atas clock standarnya dan ternyata periferal yang terhubung tidak mampu bekerja di atas clock standar, maka sistem tidak dapat bekerja normal. Resep pertama untuk melakukan overclock adalah Kalian harus sudah paham kerja sebuah komputer dan mengenali komponen-komponennya.

Tipe Overclock

Hubungan antara CPU clock dan bus clock dijalin oleh sebuah pengali/multiplier. Secara sederhana, CPU Clock = Bus Clock * Multiplier. Misalkan, AMD Athlon64 3000+ dengan clock speed standarnya yaitu 1800MHz adalah hasil perkalian bus clock 200MHz dengan multiplier 9 (sembilan). Pentium 4 2,4GHz adalah perkalian bus 200MHz dengan multiplier 12. Bisa juga perkalian bus clock 266MHz dengan multiplier 9. Lho, kan jadinya 2,394GHz (2394MHz)? Memang, ada pembulatan agar menjadi angka yang utuh. Dengan demikian, untuk melakukan overclock, yang dapat ditingkatkan adalah bus clock, multiplier, atau keduanya. Jika yang dinaikkan multipliernya, maka CPU clock akan naik, tapi bus clock tetap. Untuk contoh di atas, pada AMD Athlon64 3000+ (1800MHz real), jika multipliernya dinaikkan menjadi 15, maka CPU clock naik menjadi 3000MHz real. Tapi jika bus clock yang dinaikkan, otomatis CPU clock juga akan naik. Contohnya, Pentium 4 2,4GHz dengan bus clock 200MHz dan multiplier 12 bakal jadi Pentium 4 3GHz jika bus clock digenjot sampai 266MHz. Akan lebih baik jika yang dinaikkan adalah bus clocknya. Tapi alternatif yang kedua lebih sulit mengingat kemampuan periferal yang terhubung ke bus kemungkinan tidak mampu bekerja di atas clock standarnya. Jika CPU clock sudah mentok, sementara bus masih perkasa, turunkan saja multipliernya dan naikkan bus clock. Ini masih lebih baik dari alternatif pertama.

Persyaratan Hardware

Untuk overclock, yang menjadi perhatian utama adalah prosesor, motherboard, dan memori, karena ketiga komponen inilah yang nantinya akan menetapkan keterbatasan overclock. Pada prosesor dan motherboard, keterbatasannya adalah pada suhu kerja. Clock yang tinggi akan meningkatkan panas pada kedua komponen, dan pada taraf tertentu akan mengakibatkan komputer hang atau bahkan tidak mau membaca hard disk saat booting.Untuk prosesor, Intel adalah produsen prosesor yang mengharamkan overclock selain AMD yang mendukung penuh untuk urusan overclock. Untuk motherboard carilah motherboard dengan kualitas yang baik dan dapat mendukung beberapa macam bus clock serta multiplier. Selain itu, carilah motherboard yang memiliki dukungan untuk berbagai suplai tegangan CPU. Biasanya mulai 1,1 volt sampai dengan 2,3 volt dengan kenaikan per 0.025. Jika board tersebut mendukung suplai tegangan yang lebih tinggi dari 2.3 volt misalnya, ini lebih baik lagi, karena mungkin akan diperlukan untuk mensukseskan overclock dengan menaikkan suplai tegangan prosesor. Sampai saat ini motherboard yang memiliki spesifikasi seperti di atas adalah motherboard dengan chipset N-Force 4, 5, dan 6, keluaran NVIDIA, walaupun saingan terberatnya yaitu ATI juga mengeluarkan chipset yang tak kalah garangnya (RD 580). Pada memori, bus clock yang tinggi kemungkinan tidak mampu diikuti oleh memori. Peningkatan bus clock akan meningkatkan kecepatan baca dan tulis ke memori sehingga jika memori tidak mendukung, akan terjadi kegagalan proses baca dan tulis ke memori. Semakin cepat waktu akses (access time) suatu memori, akan semakin mendukung bus clock yang tinggi. Sekarang adalah jamannya memori DDR2 yang mempunyai clock lebih tinggi dibandingkan memori generasi sebelumnya, yaitu DDR. Memori jenis DDR2 ada beberapa tipe. Kelas standar yaitu PC-4200 (530MHz), PC-5300 (667MHz), PC-6400 (800Mhz). Kelas Ekstrim yaitu PC-8500 (1060MHz), PC-9600 (1200MHz), dan PC-10660 (1333MHz) yang muncul belakangan ini.

Tentang Prosessor Intel

Sebelum generasi Pentium 2, kita dengan mudah bisa mengoverclock prosesor keluaran intel dengan cara menaikkan multiplier, Namun sejak munculnya Pentium 2, harapan untuk overclocking dengan cara memanipulasi multiplier musnah sudah karena sejak saat itu intel telah mengunci multiplier prosesor buatannya dan hingga kini belum ditemukan satu cara pun untuk membukanya kembali. Satu-satunya cara untuk mengoverclock prosesor intel adalah dengan cara menaikkan FSB. masalah akan timbul ketika kita dengan sembarangan menaikkan FSB begitu saja tanpa memperhatikan faktor lain. Lantas bagaimana kita bisa mengetahui prosesor yang baik untuk dioverclock? Untuk prosesor Intel pilihlah yang mempunyai clock speed terendah didalam setiap variannya. Mengapa? … Begini, core prosesor dibuat di dalam satu tempat yang disebut wafer. Dari sebuah wafer dapat dibuat ratusan core prosesor. Prosesor intel ber-FSB 800MHz mulai 2,4GHz, 2,8GHz dan 3GHz dibuat dalam satu wafer. Lho… mengapa kecepatannya berbeda? Kualitas prosesor terbaik adalah yang tercetak pada bagian tengah wafer, semakin kepinggir kualitasnya semakin menurun. Karena alasan kestabilan prosesor yang tidak lulus uji kecepatan 3GHz, akan diuji pada kecepatan 2,8GHz. Jika masih tidak lulus uji maka diturunkan ke 2,4GHz. Umumnya pada kecepatan ini prosesor mampu bekerja dengan baik. Karena alasan itulah maka bisa jadi prosesor 2,4GHz yang sekarang beredar bisa digeber pada kecepatan 3GHz dengan melakukan beberapa manipulasi. Misalnya menaikkan tegangan inti (V core).

Memori Untuk Overclocking

Dalam memilih memori gunakan yang frekuensi kerjanya diatas Bus maksimal motherboard. sebagai contoh jika kalian memakai motherboard ber-FSB 333MHz, maka pakailah memori dengan Bus 400MHz atau di atasnya. Ini untuk menjaga panas berlebih yang ditimbulkan akibat terjadinya kenaikan FSB. Selain itu pilihlah memori yang memang ditujukan untuk overclock karena pada keadaan standar memori jenis ini sudah dalam keadaan agresif. Untuk kelas ekstrim DDR2, default frekuensi standar adalah 800MHz (PC-6400), untuk bisa mencapai frekuensi ekstrim (1333MHz), harus disetting melalui BIOS (dalam kondisi overclock). Uniknya, untuk memori modulnya, dilengkapi dengan heatspreader, berupa lempengan logam menutupi chip memori, yang dimaksudkan untuk mereduksi panas akibat proses yang berjalan cepat. Tidak semua chip memori bisa mencapai frekuensi ekstrim, hanya chip2 tertentu, misalnya Samsung TCCD, Micron D9, Winbond BH5 atau tipe2 tertentu dari Hynix, Infineon, dan lainnya. Misalnya sekarang kalian memakai memori DDR 400 yang berarti bekerja pada frekuensi 200MHz. Saat ini kalian menaikkan FSB prosesor sebesar 205MHz, berarti secara tidak langsung kalian telah menaikkan frekuensi memori menjadi 205MHz yang akhirnya menghasilkan frekuensi efektif sebesar 410MHz. Modus seperti ini memiliki perbandingan frekuensi 1 : 1, jadi memori dan prosesor bekerja sebanding dalam frekuensi yang sama. Saya ulangi, misalnya jika prosesor bekerja pada frekuensi 300Mhz, maka memori juga bekerja pada frekuensi yang sama. Modus yang seperti di atas disebut Synchronous. Nah disinilah faktor motherboard dan memori modul sebagai komponen vital teruji karena tidak semua motherboard mempunyai fitur tersebut, dan tidak semua memori bisa bekerja di frekuensi yang tinggi. Alternatif lain adalah sebagai berikut, andaikan kalian memakai DDR PC-3200 dan dioperasikan dengan mode 5:4, maka akan didapat 200MHz * 5/4 = 250. Mode ini bila dijalankan pada prosesor intel 2,4C maka akan terjadi nilai overclock : 12 * 250MHz = 3GHz. Sedangkan memori akan tetap bekerja pada frekuensi 200MHz (DDR 400) alias modus Asynchronous.

Langkah Demi Langkah

Nah inilah saatnya kita bermain-main. Sebelum mulai, siapkan dulu manual dan benda-benda yang menggambarkan konfigurasi motherboard, prosesor, dan Memori modul, karena banyak keterangan yang nantinya akan kita cari di situ. Bagaimana jika buku manual hilang atau tidak disertakan oleh penjualnya ketika Kalian membeli? Jangan khawatir, dengan trik tertentu dan sedikit keberuntungan, mungkin kita bisa mendapatkan keterangan tentang hardware kita. Keberuntungan itu sangat tergantung dari merek motherboard yang Kalian beli. Untuk memulainya, pastikan sistem kalian dalam keadaan standar dan kalian telah melakukan optimalisasi windows. Untuk memastikan bahwa sistem dalam keadaan standar kalian bisa menggunakan SiSoftware Sandra, Cpuz, atau Everest, untuk mengecek seluruh setingan yang berkaitan dengan frekuensi kerja sistem PC. Bila perlu jalankan dulu 3Dmark 06 sekali saja untuk mengetes kestabilan awal lalu catat skornya. Pastikan juga kalian telah paham betul dengan karakteristik hardware yang akan di overclock. Restart PC kalian, masuk ke BIOS cari fitur untuk pengaturan FSB dan multiplier. Pastikan Frekuensi PCIE/PCI = 100MHz/33MHz dengan mengaktifkan opsi AGP/PCIE divider (jika ada) atau PCI lock agar frekuensi AGP/PCIE/PCI tidak turut terpengaruh dengan naiknya FSB. Biasanya motherboard keluaran terbaru sudah menyertakan fitur PCI lock ini.Mengapa? sebab jika AGPPCIE/PCI ikut naik bisa dipastikansistem akan berjalan tidak stabil. Seperti kita tahu harddisk adalah salah satu komponen yang terhubung ke port IDE, dan IDE termasuk komponen PCI yang dikontrol oleh chipset south bridge yang frekuensinya turut naik jika ada kenaikan FSB. Apa akibatnya jika frekuensi kerja IDE mengalami kenaikan? yang jelas akan terjadi gangguan pada platter harddisk sehingga data menjadi korup. Dengan alasan inilah maka kita harus menjaga supaya AGP/PCI tetap pada keadaan standar. Langkah selanjutnya naikkan dulu FSB per 1MHz, lalu simpan perubahan di BIOS. Langkah pertama ini biasanya sukses. Jika windows berjalan lancar restart kembali PC kalian dan masuk ke BIOS lalu ulangi lagi langkah diatas sampai mendapatkan keadaan dimana PC masih bisa booting tetapi sudah tidak bisa masuk windows. Sampai disini ada beberapa kemungkinan mengapa tidak bisa masuk windows.

  • Kemungkinan pertama kekurangan tegangan dan daya dari power suplai, gantilah dengan power suplai terbaik adalah yang mempunyai power output 500 Watt, atau lebih

  • Kemungkinan kedua prosesor kalian memang sudah tidak mampu lagi dioverclock.

  • Kemungkinan ketiga Kualitas motherboard yang memang bukan untuk keperluan overclock.

Bagaimana jika ketiga kemungkinan di atas sudah terpenuhi? artinya semua sudah memenuhi syarat. Berarti kalian harus menurunkan multiplier. Coba turunkan 0.5 point kemudian restart lagi. Jika ini pun masih hang, ulangi langkah di atas sampai bisa masuk windows. Sampai disini sukses. Semudah itukah? Ya memang!!! Tapi jangan senang dulu…Kalian harus melakukan prosesi yang bagi kalangan overclocker populer dengan sebutan Benchmark.

Pengujian

Pengujian yang dilakukan ada dua tahap. Tahap pertama, pengujian terhadap kekuatan prosesor dan komponen lainnya. Jika semua komponen mampu melewati Power On Self Test (POST) dan tidak mengalami hang setelah dinyalakan selama 2 jam, misalnya, uji lagi dengan menjalankan beberapa macam aplikasi. Semakin banyak resource yang digunakan aplikasi, akan semakin baik Lalu, ukur kemampuannya menggunakan software2 benchmarking. Yang sering digunakan biasanya Sisoft sandra, 3Dmark 03/06, Pcmark 2005, Super Pi, OCCT, toast, atau prime 95. Jika pengujian berhasil, SELAMAT! Kalian telah berhasil melakukan overclock. Jika Kalian seorang yang kreatif dan pemberani, Kalian dapat mencoba konfigurasi yang lain untuk menentukan konfigurasi yang paling optimal. Benchmark 3DMark2006 pada setting 1024*768 32 bit, pada prinsipnya untuk menguji ketahanan prosesor. Untuk menguji performansi input/output sistem, digunakan pengujian Sysmark 2002, yang akan menjalankan aplikasi MS Word, Excel, Powerpoint, Adobe, dan Corel. Pengujian kestabilan dilakukan dengan demo 3Dmark2006 1280*1024 32bit dengan 2 sampel AA selama 1 jam. Catat skornya, bandingkan dengan skor sebelum di overclock. Untuk menguji kestabilan, komputer hasil overclock kalian harus diuji menggunakan software Prime95, Super Pi atau OCCT suatu freeware yang terkenal di kalangan overclocker untuk menguji kestabilan prosesor. Software ini melakukan perhitungan matematika yang kompleks, sehingga penggunaan prosesor optimal sampai 100%. Perbedaannya dengan software benchmark lain seperti 3Dmark2006, jika prosesor mengalami kegagalan, Prime95, Super Pi, atau OCCT otomatis akan fail. Sedangkan pada 3Dmark2006, software tetap jalan, namun ada bintikbintik cacat pada tampilannya. Memang, di kalangan overclocker, Prime95, Super Pi atau OCCT adalah standar keberhasilan.

Mengoverclock VGA Card

Sama seperti prosesor,mengoverclock sebuah kartu grafis, sesuai istilahnya, adalah membuat clock pada kartu grafis bekerja melebihi dari spesifikasi yang telah ditetapkan oleh pabrik pembuatnya. Umumnya, overclock kartu grafis dilakukan dengan menaikkan clock dari core (chip VGA-nya) maupun dengan menaikkan clock dari memori yang digunakan. Kombinasi paling baik adalah dengan menaikkan clock dari kedua komponen tersebut, baik core chip yang digunakan maupun memori. Pada kartu grafis yang memiliki keterbatasan utama pada bandwidth memori, menaikkan clock memori akan memberikan peningkatan lebih signifikan dibandingkan dengan menaikkan clock dari core saja. Radeon X1300 dan variannya adalah kartu grafis yang termasuk dalam jenis yang memiliki bottleneck pada memori. Secara umum mengoverclock memori Radeon X1300 akan memberikan hasil yang lebih signifikan dibandingkan dengan mengoverclock chip Radeon 515 rev sendiri. Kartu grafis tipe yang lain, masing-masing memiliki sifat yang berbeda-beda, tergantung dari arsitektur yang digunakan.

Cara Mengoverclock

Untuk melakukan overclock kartu grafis ini, cara yang paling umum adalah melalui software/program yang memang dirancang untuk itu, seperti ATI tool, Riva Tuner, Rage3Dtweak, dan powerstrip. Seringkali driver yang disertakan bersama kartu grafis telah memiliki fasilitas untuk overclock. Seperti HIS radeon pada seri tertentu yang menyertakan HISITurbo. Dengan memanfaatkan fasilitas bawaan seperti ini maupun program yang dirancang khusus untuk overclock kartu grafis, Kalian dapat menaikkan nilai clock dari core maupun memori hingga mencapai nilai maksimal yang masih dapat diterima dengan baik oleh kartu grafis Kalian.

Tentu saja, prosedur peningkatannya dilakukan secara perlahan-lahan. Satu hal yang perlu Kalian perhatikan adalah kestabilan dan tampilan dari kartu grafis Kalian. Apabila kestabilan telah terganggu maupun gambar yang dihasilkan sudah mulai memiliki artefak yang tidak diinginkan, sebaiknya clock dari core maupun dari memori diturunkan. Pemaksaan nilai clock yang berlebihan dapat merusak kartu grafis secara permanen. Overclock sendiri biasanya akan mengakibatkan suhu dari kartu grafis menjadi lebih panas dibandingkan dengan kondisi ketika tidak dioverclock. Hal ini dapat menurunkan umur dari kartu grafis itu sendiri. Untuk menambah kestabilan dan membuang panas yang berlebihan, dapat digunakan kipas maupun heatsink tambahan pada kartu grafis yang bersangkutan. Penggantian kipas maupun heatsink yang lama dengan yang lebih bertenaga dan besar dapat juga dilakukan. Penggunaan heatsink dan kipas ini juga bisa diterapkan pada chip memori, tidak terbatas pada chip VGA-nya saja. Sirkulasi udara pada casing juga sebaiknya diperhatikan, kelancaran aliran udara akan membantu perpindahan panas yang terjadi. Di samping melalui program yang dirancang khusus untuk overclock, overclock ini juga dapat dilakukan melalui BIOS. Overclock melalui BIOS ini biasanya dilakukan dengan mengganti BIOS dari kartu grafis yang digunakan dengan BIOS dari pihak ketiga yang memang dirancang dengan clock yang lebih tinggi. Overclock dengan cara seperti ini tidak terlampau sering dilakukan, berhubung BIOS dari pihak ketiga yang memiliki kriteria seperti yang diinginkan cukup jarang tersedia.

Overclock juga bisa dilakukan melalui BIOS pada motherboard (tidak semua jenis motherboard), khususnya yang memiliki pilihan multiplier untuk bus AGP/PCIE terhadap Front Side Bus (FSB) yang dapat dipilih secara manual, umumnya 1:2 dan 2:3. Untuk mainboard yang tidak memiliki pilihan seperti ini, mengoverclock bus AGP/PCIE akan mengoverclock sistem secara keseluruhan. Dengan pilihan 1:2 dan 2:3, Kalian bisa mengoverclock bus AGP/PCIE Kalian, hanya saja secara ekstrem. Sebagai gambaran untuk sistem dengan FSB sebesar 133MHz, multiplier yang digunakan secara default adalah 1:2 sehingga bus AGP adalah 66MHz. Bila multiplier diubah secara manual menjadi 2:3 maka bus AGP akan memiliki clock sebesar 88,67MHz. Tergantung dari kartu grafis yang digunakan, konfigurasi ini bisa saja dapat diterima dengan baik, meskipun bisa juga kestabilan menjadi terganggu atau bahkan sistem tidak mau dinyalakan sama sekali. Satu hal yang harus diingat adalah, konfigurasi seperti ini dapat merusak kartu grafis Kalian secara permanen. Risiko dari teknik overclock seperti ini adalah besar, jadi sebaiknya Kalian tidak mencobanya kecuali Kalian benar-benar mengetahui bahwa kartu grafis Kalian dapat menerima konfigurasi clock AGP/PCIE seperti ini.

Menstabilkan Kartu Grafis Hasil Overclock

Salah satu kawan sejati dari clock yang lebih tinggi adalah panas. Untuk mengatasinya diperlukan pembuangan panas yang baik. Ini bisa diperoleh dengan memasang kipas maupun heatsink tambahan, ataupun mengganti kipas dan heatsink yang lama dengan yang lebih baik lagi. Sirkulasi udara di dalam casing juga harus diperhatikan. Di samping melalui teknik pembuangan panas yang lebih baik seperti telah disebutkan, kestabilan juga dapat diperbaiki dengan menurunkan modus transfer AGP/PCIE yang digunakan dari 8x ke yang lebih rendah, terutama untuk overclock dengan meningkatkan clock dari bus AGP.

Kestabilan juga kadangkala dipengaruhi oleh driver yang digunakan maupun fitur yang diaktifkan. Ada baiknya driver yang digunakan adalah yang terbaru dan fitur yang digunakan juga fitur-fitur yang sekalian saja. Keberuntungan juga berperan dalam hal overclock ini. Keberuntungan yang dimaksud di sini berhubungan dengan kualitas dari kartu grafis yang dimiliki. Meskipun kartu grafis yang digunakan adalah sama (misalnya sama-sama GeForce4), batas maksimum dari clock yang dapat diterima oleh masing-masing kartu grafis tidak sama, bisa saja ada yang mencapai 250MHz untuk core-nya, namun ada juga yang hanya hingga 240MHz saja. Bila Kalian ingin menaikkan kinerja kartu grafis Kalian secara murah, overclock bisa Kalian coba. Hal yang penting sekali untuk diingat adalah risiko dari overclock ini, jangan sampai Kalian harus membeli kartu grafis yang baru.

Overview dan Review

Diatas, saya telah menuliskan garis besar bagaimana cara overclock. Tidak adil rasanya jika penulis cuma bisa mengajari, tanpa pernah membuktikan. Di kost, saya memiliki sebuah PC yang sudah agak lama, ini spesifikasinya:

  • AMD Sempron 2800+ (1600MHz), soket 754

  • DFI Infinity NF4X

  • HIS Radeon X1300 pro (core: 600, memory: 800)

  • Mushkin XP 512 MB PC 3200 (chipset SAMSUNG TCCD)

  • Maxtor 80GB SATA

  • X-Treme 500Watt

Dan aksesori yang lainSecara keseluruhan, PC saya kini bekerja pada frekuensi 2800Mhz (FSB 350 * multiplier 8), memori berjalan pada modus Asynchronous 4:3 sehingga menghasilkan frekuensi 280 Mhz (PC-4500, bandingkan dengan defaultnya yang cuma PC-3200, yang bekerja pada frekuensi 200MHZ). Peningkatan VGA saya oprek dengan Ati Tool, sehingga core frekuensi menjadi 666MHz, namun untuk memori VGA kurang bisa maksimal, cuma 415Mhz (830Mhz dalam DDR), jika diatas itu VGA menjadi hang. Untuk VGA sendiri, HIS memberikan sebuah heatsink khusus yaitu ICEQ, dimana suhu menjadi lebih dingin dibandingkan VGA yang lain, kontan kinerjanya menjadi lebih baik. Power Supply yang saya gunakan termasuk ecek-ecek, tapi jika dibandingkan dengan PSU bawaan Casing ya masih mendingan lah, terbukti dalam sensor, voltase tegangan sangat turun, dibawah nilai standar, namun masih bisa perkasa u/ mencapai FSB 350. Oh ya, untuk pendinginan prosesor, saya memakai produk Thermaltake Big Typoon, yang mereduksi panas menggunakan gabungan antara fan dan heatpipe. Suhu jika menggunakan heatsink standar mencapai 49 derajat Celcius, dengan Big Typoon berkurang sampai 11 derajat, jika dengan pendingin standar, FSB 350 tidak bisa berjalan lancar, sering hang. Lebih ekstrim lagi jika menggunakan water cooler, yaitu air yang dipompakan, dengan radiator untuk mendinginkan prosesor. Namun kunci kesuksesan terbesar dari PC ini adalah pada Motherboardnya. DFI merupakan nama legendaris di kalangan overclocker, produk2 keluaran DFI mutlak mengalahkan produk2 besar seperti ASUS, GIGABYTE, MSI, atau ABIT. Produk DFI selalu memberikan fitur overclock yang oke punya, mulai dari setting overclock di BIOS yang sangat lengkap, hingga software bawaan yang juga mumpuni. Rekomendasi saya, jika ingin mobo yang keren buat overclock, pakailah DFI, jangan terpengaruh nama besar produk lain. Secara keseluruhan, dari deskripsi tersebut, membuat PC saya teroverclock menjadi 75%. Obsesi saya kini berusaha untuk mengoverclock PC tersebut pada level 100%, yaitu mencapai frekuensi 3200Mhz.

  • Berikut adalah hasil dari tes yang sudah saya lalui:

  • 3dmark 01 1024×768 32 bit 2fsAA: 15500

  • 3dmark 05 1024×768 32 bit 2fsAA: 2807

  • Super pi 32MB: 29menit 44detik

  • Hasil diatas dikategorikan: Cool! Dan tes2 yang lain

Dengan demikian, urusan grafis, game2 terberat sekalipun lancar dimainkan dalam PC saya. Oh ya, notebook juga bisa dioverclock lho, walaupun gak bisa se-ektrim PC, besok deh, tak tulis gambaran gimana cara overclock notebook. Lihat disini u/ mengoverclock notebook. Namun diatas langit, masih ada langit, masih banyak overclocker yang lebih canggih, dan hasil yang didapat mereka jauh lebih baik daripada saya. Saya juga lagi bingung, gimana caranya mengoverclock otak saya supaya gak males buat ngerjain skripsi. Andaikan skripsi bisa terasa menyenangkan seperti overclock, bermain game, dan menulis blog, tentunya udah dari kemaren saya wisuda…

Semoga apa yang saya tulis diatas bisa memberikan manfaat buat temen2 semua, mohon feedbacknya untuk kebaikan bersama, mohon maaf apabila ada kata2 yang kurang berkenan. Ayo, Rendezvous en B’Jong!

Wassalamu’alaikum…

Sanji, dari berbagai sumber.

Explore posts in the same categories: Workshop PC

Tags: , , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

10 Comments on “Mengenal Overclock”

  1. SATRIA Says:

    PENJELASAN ANDA MEMUASKAN SAYA UNTUK TAU DUNIA OVERCLOCK
    *POLEH NGGAK SYA MINTA DARI ANGA BAGAIMANA TEHNIK OVERCLOCK
    SOAL NYA SYA PENGEN SKALI BISA OVERCLOC PC,

    ATAS TANGGAPAN NYA SAYA UCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH

    Reply:
    Hmm… Terima kasih untuk komentnya pak satria. Pada prinsipnya, overclock (oc) adalah meningkatkan kinerja komputer diatas kinerja standar. Misalnya, Anda pake PC dengan pentium 4 2.4 GHz maka PC anda bekerja pd frekuensi 2.4 Ghz/ 2400Mhz. Nah dengan oc, anda bisa menjalankan PC anda tsb pd frekuensi yg lebih tinggi, misalnya 2.8 atau bahkan bisa sampai 3.8Ghz. Semakin tinggi semakin cepat kinerja PC tersebut.
    Namun perlu diingat, dibutuhkan berbagai komponen pendukung supaya PC bisa bekerja lebih optimal. Untuk belajar, langkah awal adalah mengubah setting bios pada PC anda. Seperti menaikkan frekuensi, voltase, dll. BIOS adalah dasar dari overclock. Karena segalanya disetting pd BIOS.
    Kayaknya terlalu panjang deh pak kalo saya jelasin disini. kalo butuh apa2, bisa tanya disini, hehehe. Maturnuwun…

  2. jags Says:

    wah.. artikel bagus buat yang ingin mengenal lebih jauh mengenai overclock.

    good job.

  3. oza Says:

    saya pernah coba oc pc saya yang 2,4 ghz, (133mhz x 18multipel) dan hasilnya menjadi 2.940 (165 x 18), kemudia saya tes tengan prime95, selama lbh kurang 3 menit, tidak eror. sewaktu saya ingin menaikkan tegangan vol tidak bisa karna sewaktu saya cek dengan cpu-z tidk tertera volteksnya (0) tidak detek. bagaimana, apakah saya berhasil oc cpu saya? kemudian saya mengembalikan seperti sediakala, apakah itu mempengaruhi processor pc saya setelah di oc.
    bang tolong beri tahu saya, apa beda pci dengan agp, saya memakai maidboard via, saya kepingin menambah vga, apakah di maiboar saya terdapa slot pci dan agp, apakah setiap mainboard terdapat slot pci dan agp itu pertanyan saya.
    ada 3 slot warna putih dan 1 slot warna coklat,
    apakah 3 slot warna putih tersebut bisa saya pasang pci crat untuk manambah grafik saya.
    bang tolong dibalasya, ni email saya: noza_data@yahoo.co.id.

    Reply:
    Bang Oza….
    masalah tidak terdeteksinya voltase sih sebenernya saya jg kurang tahu kok bisa yah… Namun sepertinya ini cuma masalah kompatibilitas antara cpuz dengan board anda, maybe board anda sudah “berumur” sehingga cpuz tidak mengenali spesifikasinya :) (becanda… ;)
    Jika anda berminat, anda bisa download software monitoring seperti MBM 5, disitu databasenya lumayan lengkap untuk semua jenis mobo. Monggo dicoba…
    Untuk slot PCI dan agp, pada awalnya digunakan untuk ekspansi, atau dipasangi kartu2 untuk mendukung kinerja board (PC). Pada generasi awal VGA, VGA memakai interface PCI, namun dengan berkembangnya teknologi, interface VGA lalu berganti menjadi AGP, dimana beda fisik (bentuk) dan beda kecepatan. Kini kecepatan AGP pun dirasa kurang, lalu muncul interface VGA baru, yaitu PCIe (PCI express). Setiap board memiliki interface grafis dan PCI, mungkin untuk beberapa tahun kedepan PCI putih itu dah gak lagi desertakan dalam tiap board.
    Jika dilihat dari pertanyaan anda ttg “bisakah dipasangi VGA?” jawabannya bisa, dengan interface AGP (yang anda maksud slot berwarna coklat itu). Jadi besok kalo dolan2 ke toko/ pameran PC minta VGA yang AGP :) .
    Saya kok kurang paham ttg PCI yang dikasih crat u/ nambah grafis yah? Kalo sepengetahuan saya, tidak bisa… board2 generasi sekarang ini baru bisa mengijinkan penggunaan multi VGA (NVidia dengan SLI, ATI dengan Crossfirenya).
    Tips! Jika anda pengen serius di oc, ganti PSU anda. Jgn pake yang bawaan casing. Survey saya, 7 dari 10 pengguna PC di Jogja (termasuk bukan ocers) mengalami kerusakan periferal (HD, VGA, processor, mobo, dll) karena pasokan daya yang buruk dari PSU bawaan casing. Semoga bermanfaat, mohon maaf apabila ada kata2 yang kurang berkenan. Salam kenal bang Oza
    :mrgreen:

  4. aris Says:

    thanks..bagus nii…
    kompie saya udah sya oc juga…dengan spek amd althon X2 4000+ @2700…perhitungan fsb 265×10.5…dan saya sudah mengganti hsf dengan acrtic cooling freezer64 pro…yah cukup lah buat maen internet di rumah dengan mobo abit nf-m2s dan hdd seaget 160gb…hehehe…dan buad maen game juga masi ok ko dengan vga Forsa GeForce 7300Gt dan memory crosair 512×2 mb….
    tapi saya masih ingin upgrade psu..lagi nyari psu yang cocok di bawah 500watt…anda punya pendapat??balas ke email saya aris.rizky07@gmail.com

    Reply:
    Sebelumnya gimana kalo saya comment ttg spek anda?
    Sebenernya X2 4000+ anda bisa lebih garang lagi lho, dengan 300x 9 atau 300x 10? Soalnya saya pernah nggeber ampe 3.4Ghz, tp itu pakenya DFI LANParty UT 590 SLI. Kok pake Abit sih? Ya gpp sih, cuma Abit itu harganya gak sesuai dengan performa, mahal tapi kurang oke
    :) begitu pula dengan seagate, tp gpp. Untuk forsa 7300GT sudah jd pilihan tepat, begitu pula dengan corsair. Tp kalo bisa sih, pake twin X corsair 2x 1GB PC 6400, overclocknya nyampe frekuensi 1Ghz..
    Hmm, PSU 400Watt yg plg oke sih skr FSP SAGA 400Watt, harganya sekitar 400rb, true power jd gak mungkin ngedrop. Buat handle sistem kelas beratpun masih sangat oke. Makasih buat commentnya :)

  5. HADI Says:

    belum lama ini saya membeli motherboarh Epox GF6100 dan Atlhon LE1620 soket Am2.. saya ingin overclock milik saya ini.. epox sudah membuka clocknya,, yaitu CPU overclocking frequensi, PCIe clock, dan iGPU overclocking freq… cara nya gimana mas biar maksimum?

    Reply:

    Hehehe, caranya sudah benar seperti itu. Namun untuk memaksimalkannya lagi butuh ketelitian dan keuletan. Misalnya dengan menaikan sedikit demi sedikit frekuensi clock processor, ketika terjadi kegagalan sistem/ booting, coba naikan tegangan voltasenya juga. Karena kebutuhan daya meningkat ketika frekuensi dinaikkan. Perlu diingat, yang paling “menjengkelkan” adalah ketika menyetting timing memory. Karena ketika frekuensi processor dinaikkan, frekuensi memory jg akan meningkat, dan kadang memory tidak bisa bekerja pd frekuensi tinggi. Maka, ketika kita berkonsentrasi meningkatkan frekuensi processor, dianjurkan untuk menyetting memory pd frekuensi yg paling rendah (pilihannya ada dalam BIOS). Bisa juga dengan memakai memory extreme berchipset Micron D9GMH yg bisa mencapai frekuensi 1066Mhz. Monggo dicoba pak Hadi, maksimalkan sendiri PC anda, banyak jalan menuju Roma, masih banyak lg metode overclock yang mungkin lebih efektif dan signifikan :)

  6. AirWind Says:

    Saya mau bertanya, belum lama ini saya membeli PC dengan mainboard JETAWAY AMD Socket AM2+ Ready dan Processor AMD Athon 64 LE-1620. Di Manual Book mainboard tertulis “Design with ATI’s unique architechture optimized speed and stability, this solutuion is perfect for overclocking – WITHOUT THE NEED OF ADDITIONAL COOLING SYSTEM” Apa itu benar ? Terus Athlon 64 LE-1620 bisa di geber sampe mana?

    Reply:
    Athlon 64 LE-1620, dengan default klok 2.4Ghz dan dengan konsumsi daya sebesar 45w (generasi sebelumnya 65-120W), sejatinya boleh dibilang “dingin”. Karena karakter prosesor, semakin kecil daya yg dibutuhkan, maka semakin sedikit pula panas yg dihasilkan. Hal ini merupakan karakter prosesor generasi terbaru, dimana semakin kedepan, daya yg dibutuhkan sebuah prosesor akan semakin sedikit, dan tentunya semakin “dingin” pula suhu prosesor tersebut :mrgreen:
    Klaim dari mobo sodara diatas sepertinya “ada benarnya”, karena arsitektur AM2+ (tentunya prosesor2 terbaru milik intel juga) kini berslogan green (ramah lingkungan), maka bersifat hemat energi… jika dikorelasikan dgn konsumsi daya rendah dan “dingin” bisa jadi u/ mencapai kinerja tinggi, prosesor2 generasi terbaru tidak lagi membutuhkan pendingin tambahan spt waterblock, dry ice, hidrogen cair, dll. Lain halnya dengan prosesor jaman dulu, dimana pd kondisi default saja suhu bisa lgs mencapai 36′C, apa lagi dioverklok :-o Coba dieksplorasi dan dieksploitasi sendiri PC anda hingga mencapai settingan maksimal ;)
    Thnk_u buat pertanyaannya, salam…


  7. when i my pc start “oc fail ,oc fail sating” this eror coming. if i press f1 to pc continu

    Reply:
    dat problem com wen yur seting is feil… so yur BIOS lodit de difaul seting. det condisyen ken bi caming bikos yur CMOS batrei is old, emti, so BIOS kenot seving yur OC seting. Or, samting wrong hepen on yur rigs, meibi yur periferal not kampetibel, eror, meibi kres. mai edvais, trai litel2 step for twik yur rigs, laik inkres voltej of prosesor litel bai litel, seting taiming of memori on wide benwit (5-5-5-12), tes bai tes, den yu wil no wot is beter seting on yur rigs :mrgreen:
    English for dummies mode : ON
    :lol:

  8. adit Says:

    kalo abit nf m2s pake athlon 64 x2 4400 bisa di oc juga gak? sekalian mo nanya juga emang abit nf m2s gak bisa pake vga ATI?

    Reply:

    Bisa Mas, hanya saja saya belum pernah mainan pake tipe ini. Cobain saja di ulik2 biosnya.
    Setahu saya walopun abit ini pake cipset nvidia, ttp saja bisa pake vga ATI. Saya pernah mainan pake nf4, vga x1300 juga ttp sip mainnya. Terimakasih buat komennya

  9. adit Says:

    vga keluaran apa yang paling cocok buat abit yang pake amd, gforce ato ATI

    Reply:

    Apa saja oke, asalkan cipsetnya supot. kalo abit sampeyan itu nf-m2s dipakein ATI juga boleh2 saja. Yg ndak bisa adalah saat kita memakai cipset nf SLI (nVidia) buat platform crossfire (ATI) atau sebaliknya. apapun cipsetnya asalkan vga yg dipakai single card masih bisa jalan. Nah kalo sampeyan pengen moderbot yg supot semua multi vga, cobain cipset x58… Supot SLI dan crossfire juga.
    Terimakasih…

  10. ardi Says:

    mas komputer saya menggunakan motherboard amptron dg chipset intel lakeport-G i945G dg prosesor p4 2,4ghz tetapi mengapa hanya terdeteksi 1.2ghz dg everest dg fsb yg seharusnya 200 hanya terdeteksi 100, saya coba buka bios AMI nya tetapi disitu tidak ada pengaturan multipliernya, hanya fsb auto, 400, 533 ato 677. trus harus disetel pada kondisi mana? sedangkan ram menggunakan ddr2 2gb 677. ato mesti saya setel pada 677 utk menyesuaikan dg ram? mohon petunjuknya.. makasih.


Comment: