Home Theater Berbasis Notebook

Sejak kecil, saya berambisi bahwa kelak jika sudah menjadi “orang” saya ingin sekali memiliki rumah mewah, dimana didalamnya terdapat sebuah ruang khusus multimedia, seperti yang telah diwujudkan oleh bapak saya. Berisi berbagai macam barang2 audio video, tempat nongkrong, nonton, main game, bermusik, sarana edukasi keluarga, tempat berkumpul anggota keluarga, pokoknya oke lah…
Home theater saat ini tidak lagi menjadi barang mewah, bahkan bagi orang berkantong pas2an saja, semua itu bisa terwujud, asalkan tahu bagaimana caranya. Ketika kuliah dulu, kamar kost saya fungsikan sebagai home theater (kost theater lebih tepatnya
). Sebuah PC dilengkapi dengan speaker 5.1 channel dapat menghibur saya disaat bete. Hingga akhirnya saat sebuah bioskop studio 21 dibuka di Jogja, saya tidak berminat u/ menontonnya (baru 1 kali saya menonton di 21), bagi saya lebih merasa puas jika menonton di teater kost sendiri… walopun cuma pake monitor 15″, namun dengan settingan surround spiker 5.1 membuat saya betah menghabiskan waktu di kost, u/ sekedar menonton film DVD atau bermain game…
Kini, budaya mobile sedang gencar2nya mempengaruhi gaya hidup manusia. sebuah desktop PC kini mulai ditinggalkan, beralih pada leptop (saya lebih suka menyebut notbuk). Notbuk memang lambat laun mulai menggusur fungsi dekstop PC, mungkin karena praktisnya, mobilenya juga. namun secara karakter, kedua “Saudara” itu sebenarnya tetap memiliki fungsi yang berbeda. Kalo PC lebih pada fungsi “serius”, notbuk mungkin fungsi “main2″ -sampeyan ngerti lah maksud saya- ya pokoknya temanya antara fix dan portable. Sebagai contoh, u/ menonton film atau memainkan game, notbuk kurang kompatibel. mungkin performa yg loyo, tampilan yang kecil, tidak nyaman, viewable area jelek, dll (namanya juga portable, banyak kekurangannya). Walaupun kini sudah bermunculan notbuk2 dengan spek gaming (high end), fungsi PC dan notbuk masih belum bisa “akur”, sama seperti digital dan analog.
Kembali pada judul diatas, saya baru2 ini memiliki Ide yang telah terwujud, dan hasilnya sangat memuaskan. Membangun sebuah home theater berbasis notebook. Sepupu saya baru saja mendapatkan bonus sebesar 25 juta hasil proyek besar. Dia lantas mengajak saya membeli seperangkat home theater, hiburan di rumahnya. ketika dia belanjakan semua keperluan home theater, mulai dari tivi plasma, spiker, DVD player, PS3, dia merasa “kok duit 40 juta habis cuma buat beginian aja ya…
” menurutnya hal itu biasa2 aja, tidak ada sebuah nilai yang berarti. Kalo cuma home theater begituan aja sih orang2 kaya banyak yang punya… Maka saya usulkan “gemana kalo kita bikin home theater versi mahasiswa…” sembari mengingat kost theater saya, hehehe
akhirnya semua barang kecuali tivi plasma 42″ dijual kembali dan “cuma” dapet duit 18 juta, dimulailah proyek kami ini…
Awalnya saya mengusulkan sebagai basis multimedia adalah PC high end. Namun ternyata sepupu saya ini kurang setuju “jaman sekarang kan orang2 dah pake leptop…” Akhirnya mau tidak mau (kurang sependapat) kami memilih notbuk. Gampang2 susah memilih notbuk, soalnya disamping performa yang loyo, sepertinya masih kurang oke kalo buat main game… kalopun kami membeli notbuk gaming dengan spek high end keluaran ASUS atau ALIENWARE, harganya pun amit2
jd kurang bijaksana saja menjual barang seharga 18 juta hanya u/ membeli ASUS G2. Sebuah ide cemerlang
muncul saat membaca blog republikbabi.com, sebuah gaming notbuk bermerk FORSA dengan spek oke berharga murah ditemukan… tak lama kemudian puter2 keliling Jogja nemu juga notbuk ini, seharga 8.4 juta, walo harus indent dulu selama 2 minggu
Setelah notbuk terbeli, muncul masalah baru… Tiap notbuk ternyata kurang support spiker multi channel
padahal soul dari home theater adalah spiker multi channelnya… gemana ini… tanya mbah gugel, simbah emang bijaksana banget… dituntunnya kami menuju sebuah situs berjudul creativelabs.com… disitu kami menemukan harta karun bernama ExpressCard Sound Blaster X-Fi Xtreme Audio Notebook sound card sebuah sonkad (soundcard) PCMCIA khusus buat notbuk
Tapi ternyata sonkad tersebut juga cuma supot dual channel, kalo mo bikin jadi 5/7 channel harus nambahin asesoris lagi bernama Surround Sound Upgrade Kit for ExpressCard Sound Blaster… Akhirnya puter2 Jogja lagi, nyari distributornya Creative di Jogja, XION computer, Jalan Gejayan, depan RRI gejayan. Ahhh…… mereka tidak kooperatif! Barang yang kami cari ndak ada… Tapi mereka menawarkan solusi, indent 2 minggu… Akhirnya kami pulang menunggu waktu 2 minggu itu dengan membawa INSPIRE T6100 sebagai oleh2 capek muter2 Jogja
Setelah barang terkumpul, install windows, game, setting driver soundcard, pasang2 posisi spiker (depan, blakang, tengah), akhirnya dengan duduk di sofa, kami menikmati jerih payah kami… Ups… ada yang kurang… Masa home theater mo nonton hanya dengan dispaly 15″ doang??? Eits… Jangan dilupain samsungnya dunk… Samsung 42″ kok dianggurin, hehehe… Tinggal colok HDMInya ke notbuk, setting lewat clone mode di Fosware (nvidia forceware), 15″ disulap jadi 42″ hahahaha…
Test pertama, nonton DVD… Suara Sound Blaster emang ndak ada duanya, detiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiillllllllllllllllllllllllllllllllll bgt…. ampe2 suara tarikan dan hembusan nafas raja baldwin IV dalam kingdom of Heaven, begitu juga teriakan takbir para prajurit saracens terdengar alami, seolah kami sedang berada ditengah2 perang salib. Creative labs emang oke banget, ya secara spesialisasi mereka di audio. Tes kedua, main game… Call of Duty 4, terasa enteng dimainkan dengan VGA onbot 8600. Tapi ada satu masalah lagi… kami memainkan game tersebut dengan posisi dibawah tivi persis, dengan kepala mendongak keatas…
Akhirnya bermodal duit 750 ribu kami beli cordless logitech ya lumayan lah, bisa 5 meter tanpa kabel, akhirnya buat ngetik, ngegame, sotosop, nonton DVD, browsing, bisa kami lakukan dengan senang hati
Spek yang kami gunakan:
- Forsa FS-2680
- xpressCard Sound Blaster X-Fi Xtreme Audio Notebook sound card
- Surround Sound Upgrade Kit for ExpressCard Sound Blaster
- INSPIRE T6100 5.1 Speaker system
- Logitech Cordless Comfort Laser
- Ide2 Kreatip
Silahken dipraktekan sendiri, dengan ide2 yang lebih oke, kritik dan saran ditunggu
Tags: home theater, notebook, Workshop PC
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
November 5, 2008 at 3:57 pm
yupz.. bs tu qta joinan…hehehe
km desain multimedianya…aku desai rumahnya…
pasti jadi kolaborasi yg tak tertandingkan hehehe
Reply:
Males Ahhh… Home theater ya home theater, rumah ya rumah…
Btw, rumah jelek tp perabotan oke ttp bisa mengangkat prestise kok, drpd rumah oke prabotan biasa2 aja, hehehe… PC dg kesing bagus tp jeroan lemot ya sama saja, hehehe
November 19, 2008 at 6:06 pm
yang paling mahal dari semua itu sih pastinya samsung 42 inch!
Reply:
Betul sekali koh michel, itu tuh yg ndak bisa ditawar
sebenernya kemaren itu ide saya pengen pake proyektor aja sih biar kek bioskop, tp buat mencapai “gelar” HD; high definition, resolusi tinggi (baca: gengsi, prestise) ya ttp mempertahankan tivi plasmanya, hehehe. Notbuk murah lainnya apa lagi koh?
Thnk_u buat komennya
November 20, 2008 at 11:27 am
hmm dulu saya pernah menemukan notebook gaming termurah adalah dell vostro 1500 (bener2 murah, ga boong, soalnya diskon ampe 300 dollar lebih, tapi itu dulu), joybook series milik BenQ juga lumayan murah, tapi saya rasa harga notebook apapun pasti naik karena dollar lagi meningkat.
reply:
Betul sekali, sekarang dollar sedang gila2nya
bahkan periferal komputer saja naik juga harganya, sesaat hasrat u/ menyenangkan diri melalui teknologi sedikit mengalami hambatan
Desember 11, 2008 at 11:26 pm
waduh jadi tertarik mas, aku tinggal di jogja mau tanya beli laptop forsa 2680 belinya dimana ya?
trus kmarin proc ap&brapa ghz, memori n vga 8600gt-nya berapa mb.habis di situsnya belum jelas. trus harganya total berapa?
btw kualitas laptopnya baik gak mas & skor 3d mark? makasih!
Reply:
Desember 11, 2008 at 11:30 pm
fs-2680 sama fs-2688 bagus mana ya? trus maksudnya vga 8600 gt onboard itu giman yach?
Reply: